Kekuatan 55

Kekuatan? 55! Itulah kata-kata yang selalu teringat dalam pikiran gue ketika mendengar kata TNI. Gue mau cerita kejadian bebera...

Kekuatan? 55!
Itulah kata-kata yang selalu teringat dalam pikiran gue ketika mendengar kata TNI. Gue mau cerita kejadian beberapa bulan yang lalu, ketika gue sedang Camping Pendidikan Dasar (CPD) Pramuka dari sekolah. Kegiatan CPD saat itu dilakukan di Pusdiklat Paskhas TNI AU, yang berada di Lanud Sulaiman Bandung. Pernah ngerasain gimana kehidupan militer? Oke gue akan share apa aja yang gue dapet dari sana.

Yang pertama gue mau ceritain dulu dari awal. Saat itu semua siswa dihimbau untuk datang ke sekolah jam 7. Dan saat sampai ternyata gak langsung berangkat, kita ngobrol-ngobrol dulu sampai kira-kira jam 8 datanglah truk TNI dan kita semua disuruh baris oleh guru. Setelah baris kita melakukan pembagian kompi sesuai kelas. Dan setelah pembagian kompi kita dipanggil satu-satu untuk naik truk TNI. Lalu kita semua berangkat dari sekolah sekitar jam 9 pagi menuju Lanud Sulaiman dengan menaiki truk TNI yang keren banget.
Seperti inilah kira-kira truknya

Saat dalam perjalanan gue udah berasa kaya prajurit yang mau perang di game Call of Duty. Seru banget pokoknya, kita didalem becanda-becanda, liat orang-orang di jalan, tidur, dll. Perjalanannya gak lama, hanya memakan waktu sekitar kurang lebih 45 menit untuk sampai tujuan, itupun karena dikawal oleh polisi. Setelah sampai disana, perasaan gak enak mulai muncul. Kita semua disuruh baris lagi oleh para TNI di lapangan yang ada disana. Dan sialnya, kita malah dibagi lagi kompi oleh para TNI itu, jadi ada sebagian anak kelas gue yang misah. Ya, kita jadi terpecah-pecah. Setelah dibagi kompi, kita dibagi lagi menjadi pleton (lebih sedikit dari kompi). Gue bersama temen gue mendapat kompi C, pleton 3.

Setelah baris lama-lama akhirnya kita langsung berangkat menuju Pusdiklat Paskhas dengan berjalan kaki. Ya, awalnya memang gak begitu menegangkan, namun semua berubah ketika negara api menyerang para pelatih (TNI) memerintahkan kita untuk jalan bebek yang diiringi dengan menyanyikan lagu wajib Padamu Negeri. Ya, gue tersiksa banget dengan itu. Setelah itu gue diperintah untuk mencium bendera Merah Putih, yang sebelumnya dicium oleh orang lain. Tapi untungnya bendera itu gak gue cium karena gue gak tau. Ya lo tau lah bekas dicium puluhan orang.

Setelah itu kita berjalan lagi menuju barak disana. Kita baris dibawah teriknya panas matahari, yang gue pikir saat itu waktu udah berjalan cukup panjang. Namun, saat gue tanya jam berapa, ternyata masih jam 11 siang. Ya, saat itu waktu terasa sangat lama. Oke gue hanya bisa pasrah sambil berdoa semoga waktu berjalan lebih cepat. Akhirnya kita (siswa laki-laki) ditempatkan di aula untuk tempat istirahatnya. Sedangakan siswa perempuan ditempatkan di barak. Kita istirahat disana kira-kira selama 30 menit, lalu setelah itu kita makan dengan nasi bungkus Paskhas yang rasanya hambar, dan makannya pun ada aturannya yang ngeselin.

Kegiatan selanjutnya itu adalah apel pembukaan. Setelah apel, dilanjutkan dengan Peraturan Baris Berbaris (PBB), dan berlangsung selama lebih dari 2 jam. Gue dijemur selama 2 jam disana sampe muka gue merah banget. Setelah itu ada kegiatan seperti PMR yang namanya itu gue lupa lagi (kita sebut saja kegiatan PMR) yang untungnya kegiatan itu dilakukan di aula, tapi bukan aula tempat istirahat tadi. Kegiatan itu berlangsung sekitar 1 jam. Setelah itu kita semua istirahat lagi selama 30 menit, dan makan tentunya, dengan nasi bungkus lagi. Dan sial pada saat malam itu, kita semua dimarahi oleh pelatih karena ada yang makan duluan. Karena aturan makan dalam TNI itu kalo makan harus barengan. Dan setelah itu dilanjutkan dengan baris lagi. Ya, TNI gak bosen-bosen nyuruh kita baris mulu.

Kegiatan dilanjutkan dengan api unggun. Biasa lah anak pramuka, wajib ada api unggun. Ada renungan juga, meskipun kesannya renungan yang gak nyentuh hati sama sekali menurut gue. Kita nyanyi-nyanyi lagu syukur sampai jam setengah 10 malam, gak ada kerjaan banget sih kalo kata gue. Oke, akhirnya kita bisa seneng-seneng di tempat istirahat, kita bagi-bagi makanan, minuman, seru-seruan, dll. Sayangnya dari awal kita gak diperbolehkan bawa hp. Jadi gak bisa foto-foto deh.

Di jadwalnya, kegiatan keesokan harinya dimulai pukul 4 pagi. Jadi kita siap-siap alarm dan saling membangunkan jam 3 pagi. Disaat gue tidur, tiba-tiba temen gue bangunin gue. Gue pikir udah jam 3, saat liat jam ternyata masih jam 1 malam. Ya gue tidur lagi lah. Dan akhirnya  jam 3, gue dibangunin oleh temen gue, dan buru-buru mandi, karena takut penuh kalo kelamaan. Dan untungnya masih kosong. Beneran kosong, kayanya yang bangun cuma gue dan temen-temen doang. Akhirnya kita semua mandi, dan gak lama kemudian ada beberapa anak datang dan mandi.

Setelah itu dilanjut dengan olahraga pagi selama 1 jam. Lalu setelah itu kita melaksanakan sholat shubuh. Setelah sholat shubuh, ternyata harusnya olahraga, karena udah jadi kita gak ada kegiatan. Yep, bisa ngobrol-ngobrol lagi. Hingga jam setengah 7 pagi, kita disuruh kumpul untuk makan pagi. Seperti biasa dengan nasi bungkus yang hambar rasanya. Dan lebih parahnya saat pagi itu kita hanya diberi waktu 5 menit untuk makan. Kampret abis pelatih. Setelah makan kita baris lagi, dan apes lagi, hampir setengahnya dari dihukum karena tidak menggunakan kacu. Kita dihukum dengan push up yang lama banget. Ya pokoknya tersiksa banget deh. Tapi gue masih bertahan.

Setelah itu dilanjutkan dengan games. Gamesnya macam outbound lah, seperti panjat tebing, naik perahu karet, dll. Kegiatan ini bener-bener menyenangkan sekaligus membosankan. Menyenangkan karena melihat orang-orang yang ketakutan, gak berhasil-berhasil, dan masih banyak lagi. Sedangkan membosankan karena ya begitu lah, malesin banget gamesnya. Tapi ada satu hal yang seru banget dalam games ini, yaitu balapan perahu karet, itu beneran seru banget. Dan untung games ini berlangsung sampai selesainya CPD. Yep, setelah semua game akhirnya kita kembali ke tempat istirahat dan persiapan untuk pulang. Setelah siap lalu kita semua kembali baris dan ditutup dengan kegiatan penutupan. Dengan ini selesailah CPD kita di Pusdiklat Paskhas TNI AU ini.

Oke, jadi itulah pengalaman gue ketika berada disana. Intinya kita diajari gimana agar bisa disiplin seperti TNI. Memang awal-awalnya bisa gue terapkan, tapi kesini-kesini gue malah biasa kaya dulu lagi. Ya, begitulah. Gue ngerasa aneh banget dengan postingan ini karena banyak kata Setelah, tapi ya gak apa-apa deh.

Makasih banyak buat kalian yang udah baca lama-lama. Maaf kalo kepanjangan. Semoga kalian bisa mengetahui dan mendapat gambaran gimana kehidupan militer kalo ikutan kegiatan CPD. Ya, jadi kalo ada kegiatan CPD jangan ikut. Enggak, gue becanda doang. Gue saranin sih kalian sebaiknya ikut kalo ada acara begini, karena pengalamannya itu yang sayang untuk kalian lewatkan.

Dan yang terakhir, apa yang gue rasakan (yang gak enak) disana gak ada apa-apanya dibandingkan dengan para prajurit TNI yang benar-benar merasakan gimana kerasnya kehidupan militer. Apalagi bila dibandingkan dengan para pahlawan kita. Gue berterimakasih kepada para pelatih. Pelatih Totok yang namanya masih gue ingat. Oke udah, segitu aja.

You Might Also Like

0 comments